New Calya

Starting from
Rp. 205.000.000

All New Avanza

Starting from
Rp. 278.000.000

New Veloz Hybrid

Starting from
Rp. 313.000.000

New Kijang Innova

Starting from
Rp. 465.000.000

All New Kijang Innova Zenix

Starting from
Rp. 479.000.000

All New Voxy

Starting from
Rp. 663.000.000

New Alphard Hybrid

Starting from
Rp. 1.302.000.000

New Vellfire Hybrid

Starting from
Rp. 1.899.000.000

New Yaris Cross

Starting from
Rp. 396.000.000

New Corolla Cross Hybrid

Starting from
Rp. 637.000.000

New Rush

Starting from
Rp. 333.000.000

New Fortuner

Starting from
Rp. 643.000.000

All New Land Cruiser

Starting from
Rp. 2.674.000.000

New Urban Cruiser EV

Starting from
Rp. 769.000.000

New bZ4X EV

Starting from
Rp. 809.000.000

New Agya

Starting from
Rp. 214.000.000

New GR Yaris

Starting from
Rp. 1.229.000.000

All New Vios

Starting from
Rp. 410.000.000

New Corolla Altis

Starting from
Rp. 618.000.000

New Camry

Starting from
Rp. 858.000.000

New GR Supra

Starting from
Rp. 2.324.000.000

Pernahkah Anda mengalami sensasi seperti tersengat listrik saat menyentuh body mobil? Banyak orang kaget ketika hal ini terjadi, terutama saat hendak membuka pintu mobil setelah berkendara. Fenomena ini sering disebut sebagai body mobil nyetrum.

Meski terasa mengejutkan, dalam banyak kasus kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya. Namun tetap penting untuk mengetahui penyebabnya agar Anda bisa mengantisipasi dan menjaga kenyamanan saat menggunakan mobil.

Berikut beberapa penyebab body mobil terasa nyetrum yang perlu Anda ketahui.


1. Listrik Statis pada Tubuh

Penyebab paling umum dari body mobil terasa nyetrum adalah listrik statis. Listrik statis bisa muncul akibat gesekan antara tubuh dengan benda lain, seperti jok mobil atau pakaian yang dikenakan.

Saat Anda keluar dari mobil dan menyentuh bagian body mobil yang berbahan logam, muatan listrik statis tersebut akan dilepaskan secara tiba-tiba. Inilah yang membuat Anda merasakan sensasi seperti tersetrum kecil.


2. Gesekan antara Pakaian dan Jok Mobil

Material jok mobil, terutama yang berbahan kain atau kulit sintetis, dapat menghasilkan listrik statis ketika bergesekan dengan pakaian.

Beberapa jenis bahan pakaian seperti wol, polyester, atau bahan sintetis lainnya juga lebih mudah menghasilkan muatan listrik statis. Kombinasi antara pakaian dan jok mobil ini sering menjadi penyebab utama munculnya sensasi setrum saat menyentuh mobil.


3. Kondisi Udara yang Kering

Udara yang kering juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya listrik statis. Dalam kondisi udara yang lembap, muatan listrik biasanya lebih mudah tersebar sehingga tidak terlalu terasa.

Sebaliknya, saat udara kering atau berada di ruangan ber-AC, listrik statis lebih mudah terbentuk dan tersimpan di tubuh. Ketika Anda menyentuh body mobil, muatan tersebut akan langsung dilepaskan.


4. Masalah pada Sistem Kelistrikan Mobil

Walaupun jarang terjadi, body mobil yang terasa nyetrum juga bisa disebabkan oleh masalah pada sistem kelistrikan kendaraan.

Misalnya seperti:

  • kabel grounding yang kurang baik
  • kebocoran arus listrik
  • instalasi kelistrikan yang tidak sempurna

Jika sensasi setrum terasa cukup kuat atau sering terjadi, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan di bengkel terpercaya untuk memastikan tidak ada masalah pada sistem kelistrikan mobil.


Cara Mengatasi Body Mobil Nyetrum

Agar pengalaman menggunakan mobil tetap nyaman, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi listrik statis pada kendaraan.

1. Gunakan Anti Static Strap

Aksesori ini dipasang di bagian bawah mobil dan berfungsi untuk menyalurkan listrik statis langsung ke tanah.

2. Sentuh Bagian Logam Secara Perlahan

Sebelum benar-benar keluar dari mobil, Anda bisa menyentuh bagian logam seperti pintu mobil secara perlahan untuk melepaskan muatan listrik statis.

3. Pilih Bahan Pakaian yang Tepat

Menghindari pakaian berbahan sintetis dapat membantu mengurangi potensi munculnya listrik statis saat berkendara.

4. Periksa Sistem Kelistrikan Mobil

Jika kejadian body mobil nyetrum terjadi terlalu sering, lakukan pengecekan di bengkel resmi agar sistem kelistrikan mobil tetap aman.


Kesimpulan

Body mobil yang terasa nyetrum umumnya disebabkan oleh listrik statis akibat gesekan antara tubuh, pakaian, dan jok mobil. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, tetapi bisa membuat pengendara merasa tidak nyaman.

Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan beberapa langkah pencegahan, Anda dapat mengurangi kemungkinan mengalami sensasi setrum saat menyentuh mobil.